Mengetahui Dampak Buruk Pewarna Berbahaya Pada Kosmetik Untuk Kesehatan

Mengetahui Dampak Buruk Pewarna Berbahaya Pada Kosmetik Untuk Kesehatan – Selain merkuri dan hidrokuinon, masih banyak bahan berbahaya lainnya yang digunakan dalam kosmetik ilegal, salah satunya adalah pewarna sintetis yang disebut rhodamin dan K3 merah. Badan POM menyebutkan setidaknya ditemukan 115 jenis kosmetik berbahaya dan ilegal.


18 di antaranya ditemukan di Indonesia, sementara 97 lainnya dilaporkan oleh Badan Regulasi Internasional. Nah, dari jumlah tersebut, hampir 50 persen kosmetik yang ada tertangkap karena menggunakan pewarna berbahaya di dalamnya. K10 Merah (Rhodamin B) dan K3 Merah (CI Pigment Red 53), merupakan salah satu jenis pewarna tekstil yang digunakan secara tidak bertanggung jawab dalam kosmetik.

Biasanya kandungan ini terdapat pada lipstik, eyeshadow, bahkan beberapa jenis krim. Lantas apa saja efek pewarna berbahaya pada kosmetik tersebut bagi tubuh? Berikut penjelasannya.

Bersifat Iritatif Pada Pernapasan

Dilansir dari studi, jika rhodamin B tidak sengaja terhirup akan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Menyebabkan gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.

Menyebabkan Iritasi Kulit

Bila digunakan sebagai kosmetik, pewarna berbahaya seperti Rhodamin dan K3 Merah dapat menyebabkan iritasi kulit. Menyebabkan sensasi terbakar, menyengat, dan kemerahan pada kulit.

Dapat Memicu Sakit Mata

Pewarna berbahaya dalam kosmetik ini dapat ditemukan pada riasan mata, seperti eyeshadow. Yang jika terkena mata akan menyebabkan iritasi dan luka.

Karsinogenisitas

Tak hanya mengiritasi, dua pewarna berbahaya dalam perawatan kulit ini bisa bersifat karsinogenik. Artinya, baik K10 Merah maupun K3 Merah dapat memicu munculnya sel kanker di tubuh Anda.

Bersifat Toxic pada Saluran Cerna

Penggunaan lipstik atau jenis pemerah bibir ilegal lainnya, memicu zat berbahaya seperti kedua pewarna di atas tertelan di dalam tubuh.  Hal ini pada akhirnya akan memicu iritasi pada saluran pencernaan, serta menimbulkan efek toksik pada tubuh. Jika terkena secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama, urin bisa berubah warna menjadi merah dan merah muda.

Kandungannya Tidak Stabil

Sifat halogen pada rhodamin adalah mudah bereaksi atau memiliki reaktivitas yang tinggi. Oleh karena itu, jika senyawa ini masuk ke dalam tubuh melalui kulit, maka akan mengganggu keseimbangan sel-sel tubuh dan dapat bersifat karsinogenik (memicu pembentukan sel kanker).

Memicu Kelainan pada Janin

Tak hanya merusak kesehatan tubuh, kandungan pewarna berbahaya dalam kosmetik ini juga bisa memicu kelainan pada janin.

Keluhan Akibat Penggunaan Kosmetik dengan Pewarna Berbahaya

Paparan kosmetik dengan pewarna berbahaya dapat menimbulkan keluhan langsung pada kulit. Ini termasuk kemerahan, iritasi, dan nyeri. Berdasarkan penelitian tahun 2019, penggunaan pewarna merah K3 dan K10 akan menimbulkan gejala alergi sebagai berikut.

  • Sensasi gatal di bibir
  • Merasakan bibir panas atau terbakar
  • Pembengkakan pada bibir atas dan bawah
  • Disertai dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan (sangat menyakitkan)
  • Mati rasa atau mati rasa pada bibir atas dan bawah
  • Bibir menjadi merah
  • Tidak hanya bibir, bisa juga disertai hidung dan mata berair dan bengkak
  • Mual, sakit perut, dan diare juga bisa terjadi
  • Bahkan pada kasus yang parah disertai pembengkakan tenggorokan dan kesulitan bernapas karena pembengkakan
  • Bibir hitam
  • Bibir kering
  • Bibir mengelupas

Jika Anda mengalami keluhan yang disebutkan di atas setelah menggunakan lipstik atau kosmetik bibir jenis apa pun. Jadi, Anda harus segera berhenti menggunakannya. Namun, jika gejala yang muncul semakin parah dan sudah sangat mengganggu, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terdekat.

Baca juga : Tanda Kosmetik Yang Tidak Cocok Kamu Pakai

Pewarna Berbahaya Menurut Aturan Badan POM

Penggunaan lipstik dan berbagai produk kosmetik lainnya sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat. Bahkan, setiap orang akan memiliki setidaknya dua hingga tiga produk kosmetik di rumahnya. Sayangnya, tidak semua produk kosmetik tersebut dibuat dengan bahan-bahan yang aman digunakan. Tak sedikit produsen kosmetik nakal yang menggunakan bahan berbahaya ke dalam komposisi produknya, termasuk penggunaan pewarna berbahaya.

Pewarna berbahaya yang biasa digunakan dalam kosmetik adalah Red K3 dan Red K10. Keduanya tergolong pewarna sintetis yang diklaim dapat memicu berbagai penyakit, terutama bila digunakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Rhodamin B (Red K3) merupakan pewarna berupa serbuk kristal dan memiliki warna ungu, kemerahan atau hijau.

Pewarna berbahaya dalam perawatan kulit ini tidak memiliki bau khusus, dan mudah larut dalam larutan berwarna merah cerah. Pada dasarnya pewarna ini digunakan pada tekstil, cat, kertas, hingga industri pakaian. Dan tidak boleh digunakan dalam pakaian atau makanan.

Demikian ulasan tentang Mengetahui Dampak Buruk Pewarna Berbahaya Pada Kosmetik Untuk Kesehatan, semoga bermanfaat.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *